Kamis, 29 September 2016

Empat Manfaat Menggenggam Tangan Pasangan Saat Akan Tidur

Empat Manfaat Menggenggam Tangan Pasangan Saat Akan Tidur

Setelah menjalani pernikahan dengan rentan waktu yang lama, biasanya romantisme pasangan suami istri akan memudar. Tidak jarang salah sedikit saja maka akan mengundang pertengkaran.

Bahkan, kehidupan pernikahan yang sudah lama rentan terhadap keinginan berpaling ke lain hati.  Namun selalu ada upaya-upaya untuk kembali memunculkan perasaan sayang dan tidak ingin pergi.

Ternyata salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah dengan menggenggam tangan pasangan saat akan tidur. Cara ini memang sederhana namun memiliki manfaat yang demikian besar. Berikut empat manfaat menggenggam tangan pasangan saat akan tidur.

1. Menimbulkan kenyamanan yang luar biasa
Perasaan yang akan ditimbulkan dari memegang tangan ini adalah perasaan yang nyaman luar biasa. Saat pasangan saling mencari tangan yang bisa digenggam, maka perasaannya akan sangat luar biasa. Hal ini biasanya bisa menjadi penghilang perasaan galau atau rasa tidak enak yang selama ini dirasakan mereka.  Genggaman tangan ini dapat menumbuhkan perasaan saling menenangkan.

2. Melenyapkan Kemarahan
Menggenggam tangan pasangan juga bisa melenyapkan perasaan marah yang mungkin terjadi dari siang. Menerima tangan atau memberikan tangan untuk digenggam bisa menjadi tanda saling memaafkan terhadap apa yang sudah terjadi pada hari itu. Hal ini akan membuat efek yang luarbiasa bagi ketentraman rumahtangga.

3. Membawa kesan; Jika pemilikan itu ada
Jika sudah memasuki usia pernikahan yang lama, maka butuh kepastian jika pasangannya memang benar ‘miliknya’ dan ada digenggamannya. Efek ini juga yang bisa dirasakan ketika menggenggam tangan pasangan ketika akan tidur.

4. Menumbuhkan kasih dan cinta ‘yang baru’
Perubahan baru yang belum pernah terjadi pada pasangan yang selama ini tidak pernah menggenggam tangan sesaat akan tidur, akan memberi efek luarbiasa, karena melakukan hal baru dan sangat menyenangkan, yang akhirnya seperti menumbuhkan cinta baru, semangat baru.

Jangan ragu untuk memberikan kebahagiaan kepada pasangan anda dengan perubahan baru ini.  Tentunya anda tidak boleh ragu atau malu dengan kebiasaan baik lagi halal, jika itu akan membuat warna indah bagi keharmonisan rumahtangga.

Tujuh Sikap Istri yang Buat Suami Tertarik

Tujuh Sikap Istri yang Buat Suami Tertarik

Hubungan suami istri tidak melulu bicara tentang kebahagiaan. Ada kalanya keduanya membutuhkan hal-hal baru yang dapat menghilangkan kesedihan dan kebosanan. Terlebih jika hubungan pernikahan sudah berjalan lama, maka baik suami maupun istri harus mencari cara agar tetap langgeng.

Seiring waktu berjalan, ada kalanya ketertarikan antar pasangan menurun sehingga kualitas hubungan juga menurun. Tidak melulu masalah fisik, ada hal lain yang  membuat suami tertarik kepada istrinya.

Penelitian yang dilakukan Dr. Karim Asy Syadzili dalam bukunya Juru’at Minal Hub menyebutkan, terdapat tujuh sikap seorang istri yang paling menarik perhatian suami.  Sikap-sikap ini dipercaya akan membawa dampak positif terhadap keberlangsungan rumah tangga. Apa saja? Beirkut ulasannya.

1. Percaya Diri
Sikap percaya akan diri sendiri merupakan hal yang dianggap paling menarik bagi suami. Termasuk sikap percaya diri terhadap tubuhnya sendiri. Biasanya, setelah menikah istri akan mengalami perubahan bentuk tubuh sehingga tidak seideal saat masih muda, hal ini terkadang membuatnya kurang percaya diri dan menganggap cinta suami akan berkurang karena fisiknya tersebut.

Padahal jika Istri percaya terhadap apapun bentuk tubuhnya saat ini, justru akan memunculkan aura ketenangan bagi suami. Hal ini dianggap menarik sehingga mereka akan semakin penasaran dengan apa yang dipercayai oleh istrinya tersebut. 

2. Mampu Memahami Kondisi Pasangan
Istri diharapkan menjadi partner yang paling mampu memahami kondisi pasangan. Hal ini mencakup tentang kebiasaan, karakter, latar belakang dan berbagai hal lainnya.  Memahaminya dalam berbagai kondisi dapat membuat istri semakin terlihat menarik dimata suaminya.

3. Sensitif dan Perhatian Terhadap Pasangan
Kecantikan tidak serta merta menjadi modal untuk membuat pernikahan langgeng. Jika hal ini tidak diimbangi dengan sikap perhatian terhadap suami, maka kecantikan istri hanya berguna untuk dirinya sendiri. Sikap sensitif, perhatian dan cepat tanggap akan menjadi salah satu daya tarik suami untuk kembali perhatian terhadap istri. 

4. Jujur dan Cerdas
Sikap jujur dan cerdas merupakan perpaduan sikap istri yang akan membuat suami tertarik. Istri yang jujur akan membuat suami condong kepadanya, sedangkan kecerddasan menjadi penyempurna hal hal tersebut.  Ada kalanya seorang istri merupakan orang yang jujur. Namun Ia tidak cerdas memahami kondisi suami sehingga membuat mereka tersiinggung. Ada pula mereka yang cerdas namun tidak disertai kejujuran. 

5. Bergairah
Poin ini lebih khusus terhadap urusan melayani suami.Tampil lah sebaik mungkin di hadapan suami anda.

6. Feminim
Rasulullah melarang perempuan menyerupai laki-laki; maskulin. Jika berada di luar rumah, perempuan memang harus menjaga diri agar tidak tabaruj dan menggoda pandangan mata. Namun di rumah, ia harus menjadi sosok feminim yang lembut kepada suami.

7. Perhatian Terhadap Penampilan/Pakaian
Terkadang setelah menikah wanita tidak lagi memperhatikan hal ini penampilannya. Mereka menganggap bahwa dirinya sudah ada yang memiliki, sehingga tidak perlu lagi memperhatikan penampilan. Pakaian pun menjadi seadanya dan jarang variasi. Suka memakai pakaian lama dan terkesan jarang ganti. Ini perlu diubah jika seorang istri ingin membuat suaminya makin tertarik padanya. Pakaian dan penampilan memang bukan hal utama, tetapi merupakan salah satu faktor ketertarikan suaminya

Kenali Wanita yang Diberkahi Jika Jadi Istri

Kenali Wanita yang Diberkahi Jika Jadi Istri

Bagi seorang pria, memilih wanita untuk dijadikan istri bukanlah perkara yang mudah. Mengingat wanita inilah yang nantinya akan menjadi pendampingnya sepanjang hidup, mengasuh serta membesarkan anak-anaknya.

Tidak melulu masalah fisik, pria biasanya akan memilih wanita dengan kriteria yang dianggap sesuai dengan dengan kepribadiannya. Tidak hanya membawa kebahagiaan dunia, wanita yang akan dijadikan istri ini diharapkan bisa membawa keberkahan dalam keluarga.

 istri
Lantas bagaimana ciri wanita yang diberkahi jika dijadikan istri? Rasulullah SAW menjabarkan bagaimana tanda wanita yang membawa berkah jika diperistri ini. Bahkan beberapa tandanya bisa dilihat pada saat sebelum menikah. Apa saja? Berikut ulasannya.  

1. Mudah Mengkhitbahnya
Ciri pertama seorang wanita akan diberkahi jika dijadikan istri adalah mudah ketika mengkhitbah atau meminangnya. Jika wanita dan keluarganya mengetahui bahwa anda adalah pria taat, dan menerima anda dengan mudah, maka sebenarnya Dia lah wanita yang akan diberkahi Allah.

Wanita yang memudahkan pria saat mengkhitbah menunjukan bahwa dirinya wanita yang shalehah. Keluarganya juga merupakan keluarga yang memahami perintah Rasulullah untuk tidak mempersulit anaknya untuk menikah.

Hal ini dijelaskan dalam Hadist Riwayat Ahmad dan Hasan berikut ini.

“Sesungguhnya di antara tanda keberkahan istri adalah mudah meminangnya.” (HR. Ahmad; hasan)

“Jika seseorang yang agama dan akhlaknya kalian ridhai datang meminang putri kalian, maka nikahkanlah dengannya. Jika kalian tidak melakukannya, maka akan menjadi musibah di bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Tirmidzi; hasan)

Hal ini berbanding terbalik dengan wanita dan keluarganya menyulitkan dengan berbagai syarat untuk menikah. Biasanya wanita tersebut bisa jadi calon istri yang tidak diberkahi Allah. Misalnya “Kamu harus punya rumah beserta istrinya dulu, harus punya mobil, dan juga asuransi jiwa. Jadi jika sewaktu-waktu ada apa-apa denganmu, anakku nanti masa depannya tetap terjamin,” misalnya.

Ketika mendengarkan hadits tentang keberkahan istri, Urwah mengatakan: “Wanita yang celaka adalah wanita yang mempersulit diri…”

2. Mudah/Ringan Maharnya
Wanita yang akan diberkahi jika jadi istri juga ditandai dengan mudah dan ringan dalam meminta maharnya.  Dengan begini, calon suami tidak merasa berat berat dalam memberikan mahar.

“Sesungguhnya di antara tanda keberkahan istri adalah mudah meminangnya dan mudah/ringan maharnya” (HR. Ahmad; hasan)

Mahar merupakan pemberian wajib seorang pria kepada wanita yang akan dijadikan istrinya. Namun dalam kepercayaan tertentu, wanita dan keluarga membebankan mahar yang sulit kepada calon suaminya. Tidak jarang hal ini membuat pernikahan berlangsung lama bahkan ditunda karena tidak sanggup mempersiapkan mahar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya di antara tanda keberkahan istri adalah mudah meminangnya dan mudah/ringan maharnya serta mudah rahimnya” (HR. Ahmad; hasan)

3. Mudah Rahimnya
Maksud mudah rahimnya adalah bisa dengan mudah memiliki banyak anak. Tanda ini bisa dilihat setelah keduanya menikah. Namun tanda-tandanya bisa dilihat dengan memperhatikan bagaimana keturunan dari keluarga besarnya. Jika ia memiliki beberapa saudara kandung, ibunya juga memiliki banyak saudara kandung, ayahnya juga memiliki banyak saudara kandung, paman dan bibinya juga punya banyak anak, insya Allah ia termasuk dalam tanda ini.

Namun jika ada wanita yang tidak memiliki banyak anak bukan karena pilihannya, maka bukan berarti wanita tersebut celaka akibat tanda ini. Namun memang muslimah yang melahirkan banyak anak memang merupakan salah satu keberkahan tersendiri. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak keturunan. Beliau bersabda:

“Nikahilah wanita yang subur dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya ummatku di hadapan para Nabi pada hari Kiamat.” (HR. Ahmad; shahih lighairihi). Wallahu a’lam bish shawab.

Lima Kesalahan Memilih Pendamping

Lima Kesalahan Memilih Pendamping

Pernikahan merupakan penyatuan dua insan untuk menjalani sisa hidup secara bersama. Artinya setelah menikah, pasangan suami istri akan menjalani bahtera kehidupan berdua dan bersama anak-anaknya kelak.

Hal penting yang harus digaris bawahi adalah, pria atau wanita yang dinikahi ini akan menjadi teman hidup selamanya. Sehingga sangat penting untuk cermat dan teliti sebelum memutuskan siapa orang yang akan dijadikan pendamping hidupnya ini.  

 Lima Kesalahan Memilih Pendamping
Jangan sampai setelah menikah dan memiliki anak, barulah menyatakan bahwa pasangannya merupakan orang yang salah.  Agar hal ini tidak terjadi, seorang muslim sebaiknya terlebih dahulu mengetahui kesalahan apa yang sering dilakukan ketika awal memilih pasangan. Karena pada proses ini,  seseorang sering melakukan kesalahan. Apa saja? Berikut ringkasannya.

1. Menomor Satukan Penampilan
Kesalahan pertama yang sering kali dilakukan oleh pria atau wanita dalam mencari pasangan hidupnya adalah menomor satukan penampilan. Banyak yang menganggap bahwa kecantikan dan ketampanan itu merupakan hal yang sangat penting dalam memilih pasangan hidup.

Padahal sebenarnya kedua aspek tersebut bukanlah suatu hal yang abadi. Sebab, seiring berjalannya waktu kecantikan serta ketampanan itu akan lenyap. Wajah yang tadinya mulus akan berubah menjadi keriput dan tubuh yang awalnya gagah akan berubah menjadi bungkuk karena faktor usia.

Oleh sebab itu, jangan pernah melihat seseorang karena rupanya. Alangkah lebih baik jika melihatnya dari sisi agama dan sikap serta sifatnya.

2. Mementingkan Harta Atau Jabatan 
Kesalahan yang sering kita jumpai dalam memilih pasangan hidup selanjutnya adalah mementingkan harta atau jabatan. Banyak orangtua yang mencarikan jodoh untuk anak mereka dengan label anak orang kaya  ataupun pejabat sebuah instansi.

Sama halnya seperti rupa, kekayaan dan kemapanan itu hanyalah titipan dari Allah SWT. Kapan saja Allah bisa mengambil semua harta yang dimiliki tersebut. Oleh sebab itu, jangan mencari jodoh hanya karena melihat limpahan hartanya. Karena bisa jadi setelah semua harta itu hilang maka hilang jugalah cinta yang dimilikinya terhadap pasangannya tersebut.

3. Menyepelekan Istikharah
Banyak umat muslim yang sering menyepelekan istikharah. Padahal sebenarnya meminta petunjuk kepada Allah ini merupakan salah satu cara agar kita bisa menemukan pilihan pasangan yang tepat. Sebab, hanya Allah lah yang Maha Mengetahui siapa sebenarnya orang yang sudah disiapkan untuk menjadi pasangan hidup semua umat muslim. Untuk itu, terus ikut sertakan Allah dalam setiap perbuatan yang akan kita lakukan.

4. Berbeda Keyakinan
Kesalahan selanjutnya yang sering dilakukan oleh umat muslim dalam memilih calon pendamping adalah mereka tidak terlebih dahulu mempertimbangkan agama atau kepercayaan dari calon yang dipilihnya. Padahal sebenarnya hal ini menjadi faktor yang sangat penting agar dalam kehidupan berumah tangga kelak tidak terjadi permasaahan akibat perbedaan keyakinan tersebut.

5. Asal Pilih Karena Faktor Usia
Kesalahan terakhir yang sering dilakukan oleh umat muslim dalam memilih calon pendamping hidup adalah asal pilih karena faktor usia. Biasanya hal ini sering terjadi kepada mereka yang sudah memasuki usia krusial untuk menikah seperti di atas 40 tahun.

Karena faktor usia yang semakin bertambah dan desakan dari keluarga, tidak jarang mereka asal dalam memilih pasangan hidupnya. Hal seperti ini tentu saja harus dihindari, sebab jika anda gegabah maka bisa saja orang yang dipilih tersebut bukanlah jodoh yang ditakdirkan untuk anda.

Demikianlah ulasan mengenai lima kesalahan dalam memilih calon pendamping hidup. Meskipun jodoh merupakan rahasia dari Allah SWT, namun jika kita tidak berusaha untuk mencari yang terbaik maka jodoh tersebut juga akan sulit diperoleh. Semoga bermanfaat.

Nasihat Umar bin Khattab Menghadapi Kecerewetan Istri

Nasihat Umar bin Khattab Menghadapi Kecerewetan Istri

Wanita memang diciptakan dengan sifat yang lebih ekspresif dibanding pria. Berdasarkan penelitian, dalam sehari mereka bisa mengeluarkan sekitar 20 ribu kata, sementara pria cukup tujuh ribu kata saja. Tidak heran jika kemudian orang-orang memaklumi wanita yang memiliki sifat cerewet, banyak bicara, suka beradu argumen, bahkan marah-marah. Sifat ini ternyata akan terbawa ketika sudah berumah tangga. Jika sudah begini, suami tentu menjadi sasaran empuk kecerewetan istri.

Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab, sadar betul dengan sifat wanita ini. Ketika istrinya mulai cerewet dan memarahinya, Ia  justru tidak berbalik marah dan menerima saja omelannya. Tidak seperti kebanyakan suami sekarang, yang justru berbalik marah sampai menggunakan kekerasan.

 untuk istri yang cerewet
Ternyata Umar paham betul memperlakukan sang istri. Nasihat umar berikut ini bisa membuka pandangan para suami yang mungkin belum memahami besarnya tanggungjawab istri dalam mengurus keluarga

Umar Bin Khatab merupakan sosok yang tegas dan paling ditakuti pada zamannya. Berdasarkan beberapa riwayat menceritakan bahwa setan pun tidak berani jika harus berpas-pasan dengan Umar. Mereka lebih memilih jalan lain agar tidak bertemu dengan Amirul Mukminin Umar radhiyallahu ‘anhu.

Namun sikap Umar ini sangat berbanding terbalik ketika menghadapi istrinya di rumah. Ia berubah menjadi sosok yang lemah lembut dan sabar. Bahkan saat istrinya marah-marah dan banyak bicara, Ia hanya menjawab dengan sepatah dua patah kata saja.

Kisah ini ditulis dalam Kitab Nurul Abshar ditulis As Syablanji Al Mishri dan Kitab Al Minhaj yang ditulis Hasyiyah Al Bijraini. Pada suatu ketika datang seorang lak-laki yang ingin meminta nasihat kepada Umar tentang perilaku istrinya yang cerewet dan suka marah-marah.

Namun sebelum sampai mengetuk pintu, pria tersebut justru mendengar istri Umar yang sedang memberikan omelan dan tidak berhenti bicara tersebut. Namun Ia sangat terkejut dengan tindakan Umar yang justru tidak membalas marah seperti yang dilakukan suami kebanyakan. Umar hanya menjawab satu dua patah kata dengan nada yang lembut dan tetap mendengarkan omelan istrinya.

Pria yang merasa salah sasaran curhat ini kemudian ingin meninggalkan rumah Umar. Namun sebelum jauh meninggalkan rumah, Umar yang sudah selesai mendengar istrinya marah-marah keluar dan memanggilnya.
‘Saudaraku, sepertinya engkau sedang perlu denganku?’

‘Iya, saya hendak mengadukan tentang istriku yang cerewet dan marah marah kepadaku, ternyata istrimu juga memarahi engkau, maka apa gunanya aku mengadu padamu, wahai Umar’.

Umar pun lalu memberikan nasihat kepada pria tersebut. Nasihat tersebut luar biasa bijak dan menjadi bahan renungan untuk suami masa kini.

‘Ada empat alasan yang membuat aku sabar dan lembut menghadapi istriku, pertama, dialah yang memasak makananku, kedua, dialah yang membuat, mengadoni dan memasakkan rotiku,  ketiga, dialah yang mencucikan pakaianku, alasan keempat, dialah yang menyusui anak anakku’

Ustadz Budi Ashari, Lc dari alfatih.tv menjelaskan bahwa empat alasan tersebut tidak sesederhana yang kita bayangkan. Poin pertama dan kedua menekankan pada urusan dapur. Wanita lah yang harus mempersiapkan kebutuhan suami mulai dari makanannya, minumannya, menjaga kesehatan suami dan anak-anak melalui makanan dan minuman yang disajikan.

Poin kedua menekankan untuk urusan sumur. Wanita lah yang bekerja keras untuk memberikan pakaian bersih dan rapi untuk anak-anak. Membuat mereka tampil disegani oleh siapapun yang melihat.
Poin ketiga menekankan untuk urusan kasur. Setelah lelah mengurus urusan rumah tangga, wanita juga harus melayani suami.

Ternyata, ketiga urusan tersebut, bukanlah urusan sepele, bahkan bila dilakukan dengan ikhlas akan menjadi kemuliaan bagi seorang istri dan ibu. Sebab itulah Umar selalu sabar menghadapi istrinya bahkan dengan segala kekurangan istrinya.

‘Sabar saudaraku, karena hal itu (cerewet dan marahnya sang istri) hanya berlangsung sementara dan kemudian hilang’, begitulah Umar mengakhiri nasihatnya kepada lelaki itu.

Jika ‘cerewet’-nya istri tak sebanding dengan kebaikan-kebaikannya yang melimpah, suami perlu bersabar. Biarkan saja, dengarkan, jangan didebat dan jangan dibantah. Jika perlu suami meminta maaf kalau selama ini ada salah.

Jika sampai keluar kata-kata pedas, suami perlu menyadari bahwa aktifitas istri sangat banyak. Mungkin ia lelah. Kata-kata yang pedas itu bukan lahir dari pengkhayatan mendalam, tetapi lebih sering karena efek lelah atau ekspresi kekesalan.

Namun demikian, ini tidak berarti suami harus membiarkan istri melampaui batas. Jika sudah sampai taraf menghina suami atau tidak hormat pada suami, maka suami perlu mengingatkan dan membimbingnya. Akan tetapi jangan langsung dilakukan di saat itu. Tunggulah hingga datang waktu yang tepat, dalam kondisi santai. Dalam suasana yang kembali cair dan penuh cinta. Dengan begitu, sang istri lah yang nantinya akan meminta maaf duluan

Kata Kata Mutiara Islam dari Sayyidina Umar Bin Khattab

Kata Kata Mutiara Islam dari Sayyidina Umar Bin Khattab


       Siapa sih yang tidak mengenal sosok Umar Bin Khattab, salah satu sahabat Rasulullah yang sudah dijamin surga oleh ALLAH SWT, Subhanallah . . .betapa tidak. . Khalifah ke-2 umat muslim ini terkenal dengan ketegasaanya dalam memperjuangkan agama Tuhan yang di ajarkan melalui utusan-Nya , tiada lain dan tiada bukan adalah Rasulullah SAW, . . 
Disamping terkenal sebagai sosok yang tegas, dan menakutkan "bagi kaum kafir quraisy" khususnya, hehehe. . . beliau juga mempunyai kata-kata hikmah yang beliau sampaikan pada umat muslim saat itu, .. berikut kata-kata yang dapat diambil dari Umar Bin Khattab ini 
***
Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri menunjukkan kata-kata lemah lembut
***
Barangsiapa menempatkan dirinya di tempat yg menimbulkan persangkaan maka janganlah menyesal kalau orang menyangka buruk padanya
***
“Hendaklah kalian menghisab diri kalian pada hari ini, karena hal itu akan meringankanmu di hari perhitungan,”
 (Shifatush Shafwah, I/286) Sayyidina Umar bin Khattab RA

***
Tidak ada ertinya Islam tanpa jemaah dan tidak ada ertinya jemaah tanpa pemimpin dan tidak ada ertinya pemimpin tanpa ketaatan
***
Aku tidak pedulikan atas keadaan susah atau senangku kerana aku tidak tahu manakah diantara keduanya yang lebih baik dariku
***
"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
“Kalau sekiranya kesabaran dan syukur itu dua kendaraan, aku tak tahu mana yang harus aku kendarai,” (Al Bayan wa At Tabyin III/ 126) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Kalau kita bermewah-mewah di dunia akan kurang ganjarannya di akhirat
***
“Sesungguhnya kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan Islam, maka janganlah kita mencari kemuliaan dengan selainnya,” (Ihya’ Ulumuddin 4/203) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Apabila engkau melihat orang yang berilmu mencintai dunia, maka curigailah ia mengenai agamanya, kerana orang yang mencintai sesuatu ia akan menyibukkan diri dengan apa yang dicintainya itu
***
“Duduklah dengan orang-orang yang bertaubat, sesungguhnya mereka menjadikan segala sesuatu lebih berfaedah,” (Tahfdzib Hilyatul Auliya I/71) Sayyidina Umar bin Khattab RA
***

"Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rizki yang lebih baik daripada sabar," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Manusia yang berakal ialah manusia yang suka menerima dan meminta nasihat," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
"Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang karena mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau," Sayyidina Umar bin Khattab RA
***
Jika engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau hendak mencacinya, maka cacilah dirimu. Karena celamu lebih banyak darinya.
***
Bila engkau hendak memusuhi seseorang, maka musuhilah perutmu dahulu. Karena tidak ada musuh yang lebih berbahaya terhadapmu selain perut.
***
Bila engkau hendak memuji seseorang, pujilah Allah. Karena tiada seorang manusia pun lebih banyak dalam memberi kepadamu dan lebih santun lembut kepadamu selain Allah.
***
Jika engkau ingin meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah kesenangan dunia. Sebab apabila engkau meninggalkannya, berarti engkau terpuji.
***
Bila engkau bersiap-siap untuk sesuatu, maka bersiaplah untuk mati. Karena jika engkau tidak bersiap untuk mati, engkau akan menderita, rugi ,dan penuh penyesalan.
***
Bila engkau ingin menuntut sesuatu, maka tuntutlah akhirat. Karena engkau tidak akan memperolehnya kecuali dengan mencarinya.
***

Semoga Kata Kata Mutiara Islam dari Sayyidina Umar Bin Khattab ini dapat bermanfaat bagi kita semua, . .  Aamiin. .